Ini buku bagus yang sayang bila
dibuang sehingga perlu disimpan di perpustakaan digital kita. Bila tidak
butuh, langsung ditutup saja. Salam damai.
Wong Alus
Rangkuman
Buku “Terapi Auto urin” karya: Dr. Iwan T. Budiarso, DVM, MSc, Phd,
APU, Gramedia, 2001, Ditambah dengan berbagai sumber lain di internet:
http://www.universal-tao.com/article/urine_therapy.html, Shivambu Kalpa
Vidhi From Wikipedia, the free encyclopedia, Three million Chinese drink
their own urine (Reuters, June 1, 2001), http://www.medikaholistik.com
/2033/2004/11 /28/ medika.html? xmodule=document_detail&xid=52,
http://www.all-natural.com/urine.html, serta harian kompas.
Dari Pengalaman Pribadi
Dr.
Iwan T. Budiarso, penulis buku ini adalah pakar patologi dan
parasitologi alumnus Universitas Purdue, Indiana, Amerika Serikat,
sungguh tak luput dari penyakit. Tahun 1979, ketika sedang mengikuti
seminar patologi di Bali, untuk pertama kalinya ia mengalami serangan
jantung. Sejak itu jantungnya kerap ngadat.
Tahun 1984, ia
menjalani operasi bypass di Australia. Menurut dokter setempat, operasi
ini bisa membuat jantungnya tahan hingga 10-15 tahun. “Nyatanya, baru
dua tahun sudah kumat lagi,” ujarnya dengan nada kocak.
Begitulah
dengan berbagai upaya, ia bisa mengatasi beberapa kali serangan
jantung. Namun jantungnya kian membengkak. “Jalan sedikit saja napas
sudah sesak,” ungkapnya. Mau dioperasi lagi, selain biaya yang aduhai,
resikonya juga terlalu tinggi. Maka, sesuai saran tim medis yang
menanganinya, Iwan terpaksa menghentikan segala kegiatannya.
Dosen
patologi Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara, Jakarta, ini
merasa sangat prihatin. “Kalau dulu saya bisa menolong orang, maka
giliran saya yang harus ditolong orang,” ungkapnya.
April 1999,
salah seorang sejawatnya menyarankan agar meminum air seninya sendiri.
Sebagai peneliti, Iwanpun mencari literatur-literatur tentang terapi
auto urin (meminum air seni sendiri) sebagai dasar ilmiahnya.
Setelah
membaca buku ‘Water of Life, Treatise of Urine Therapy’ karya John W.
Armstrong bab 9 tentang pembengkakan jantung, Iwanpun langsung menenggak
urinnya sendiri. Keinginannya untuk sembuh membuat ia begitu
bersemangat melakukannya. “Saya meminumnya sampai lebih dari 1 liter
sehari.”
Keesokan harinya ia mendapati tekanan darahnya langsung
normal. Iapun kian bersemangat mendalami ihwal terapi auto urin. Ia
mengkontak pakar terapi urin di Yamanashi, Jepang, Dr. K. Sano, dan
ilmuwan Belanda, C der Kroon, yang menulis buku ‘The Golden Fountain:
The Complete Guide to Urine Therapy’.
Iwan juga menghubungi
panitia penyelenggara The Second World Conference on Urine Therapy di
Jerman, Mei 1999, untuk memesan makalah para pakar terapi urin dari
berbagai negara. Sesuai disiplin ilmu yang digelutinya, Iwan melakukan
pengkajian terhadap bahan-bahan tersebut. Seiring waktu, Iwan sangat
bersyukur karena kondisi jantungnya normal kembali – setelah tekun
meminum air seninya sendiri selama setahun.
Khasiat air seni juga
dialami Eleanor Lanny. Pertengahan Agustus 1997, dokter menemukan
semacam balon yang berisi cairan di ovariumnya. Ternyata, ada sel kanker
stadium 2C. Selama 3 bulan, pemandu wisata pada sebuah biro perjalanan
ini menjalani chemotherapy. Ternyata, sel-sel kanker tetap berkembang
merajalela di rongga perutnya. Lanny mengalami konstipasi, sulit buang
air besar karena ususnya terdesak. Dokter akan membuat lubang sementara
di bagian perutnya untuk mengatasi hal itu.
April 1999, atas
saran seorang kenalannya ia mulai meminum urinnya sendiri. Lalu ia
membatalkan rencana operasinya yang ketiga. Selain meminum urin, ia juga
mengkonsumsi kunyit putih dan daun tapak dara. Hasilnya, perutnya yang
semula buncit sudah kempes dan perasaan nyeri hilang sama sekali.
Sesudah menjalani terapi air seni, ia gembira mendapati hasil tes
darahnya. “Sel kanker dalam tubuh saya sudah menurun banyak.”
Apa
yang dilakukan Iwan dan Lanny menunjukkan bahwa air seni ternyata
mujarab. Memang belum banyak orang Indonesia yang mau mencobanya kecuali
bila kepepet karena sakit. Padahal bagi orang sehat, air seni bisa
mencegah datangnya penyakit dan memberi efek kesegaran bagi tubuh.
Dalam
seminar Urine Therapy yang berlangsung di Hotel Santika, Jakarta, Jumat
(14/4/00), Iwan menyimpulkan, jangan memandang urin sebagai musuh.
Tetapi, jadikanlah sebagai teman penyembuh. “Hanya dengan modal
keberanian, kita bisa merasakan khasiatnya,” tegasnya.
Masih Sedikit
Iwan
memaparkan, sejarah terapi auto urin sebenarnya sudah ribuan tahun. Hal
ini nampak dari Kitab Darma Tantra dari India yang terdiri dari 107
ayat – yang mengungkapkan khasiat air seni. “Kita akan dibersihkan dari
segala racun dalam tubuh dan setelah lama kita juga dibersihkan secara
rohani,” begitu salah satu penggalan ayatnya. Di India, kebiasaan
meminum urin (shivambu) sudah dilakukan sebagian penduduknya. Bahkan
klinik-klinik terapi urin bermunculan di berbagai tempat, khususnya di
Mumbay (Bombay). Salah seorang peminum setia urin adalah mantan Perdana
Menteri India (1977-1979), Morarji Desai. Selama 36 tahun ia terus
meminumnya.
Seperti di India, di Jepang juga terdapat beberapa
klinik terapi urin. Dan Dr. S. Arai, peneliti terapi urin dan manajer
Fujisaki Institute di Hayashibara Biochemical Laboratories telah
membuktikan bahwa urin dapat menyembuhkan penyakit kronis seperti kanker
dan hepatitis. “Dewasa ini diperkirakan terdapat sekitar dua juta
peminum auto urin di Jepang,” ujar Iwan. Begitu pula di Cina, Taiwan dan
Amerika Serikat, kebiasaan meminum air seni sudah memasyarakat. Bahkan
di Cina, sekitar 3 juta orang meminum urinnya sendiri, sementara di
Jerman sekitar 5 juta orang sudah mempraktekkannya,” tambah Iwan.
Di
Indonesia terapi ini terbilang baru. Artikel-artikel mengenai hal ini
relatif masih sedikit. Salah seorang yang mendalami soal urin untuk
desertasinya adalah Prof. Dr. Kurnia Kusnawijaya, di Universitas
Padjadjaran tahun 1980.
Sepuluh Hipotesa
Iwan mengungkapkan,
urin mengandung mineral, vitamin, enzim, hormon, asam amino, antibodi,
antigen, allergen, garam dan nutrien lainnya. Sejauh ini, lanjut Iwan,
ada sepuluh hipotesa cara kerja terapi auto urin.
1. Pertama, penyerapan dan penggunaan kembali nutrien.
2.
Kedua, penyerapan kembali hormon. Misalnya, kortikosteroid yang dapat
mencegah infeksi, rematik dan asma. Atau, melationin sebagai obat
penenang dan anti kanker.
3. Ketiga, penyerapan kembali enzim.
4. Keempat, penyerapan kembali urea. Urin mengandung 25-30 gram urea per hari.
5. Kelima, memberi efek kekebalan.
6. Keenam, memberi efek bakterisida dan virusida.
7.
Ketujuh, sebagai terapi garam yang berguna untuk memperlancar
metabolisme, menyingkirkan kelebihan gula darah, dan mengeluarkan
zat-zat toksik dari cairan dan jaringan tubuh.
8. Kedelapan,
memberi efek diuretika, yakni untuk menstimuler ginjal, meningkatkan
produksi air seni, membersihkan ginjal serta ‘mencuci’ gula darah dan
zat-zat toksik.
9. Kesembilan, sebagai gambar hologram.
Biofeedback-nya memberikan gambaran keadaan tubuh. Meminum urin akan
mengoreksi dan memulihkan keseimbangan fisiologi tubuh yang terganggu
penyakit.
10. Kesepuluh, memberi efek psikologis. Terapi ini
dianggap sebagai penyembuhan dari dalam tubuh secara mekanistik dan
holistik pada tingkat energi.
Tidak Mudah Memulai
Pada
awalnya memang tidak mudah bagi siapapun meminum air seninya sendiri.
Apalagi selama ini orang terlanjur menduga, air seni itu kotor dan
merupakan buangan tubuh. “Hanya dengan modal keberanian, kita bisa
mencoba manfaat dan khasiat terapi urin,” tegas Iwan. Karena rasanya
yang cenderung tidak enak dan berbau, sebaiknya orang mencobanya
satu-dua sendok per hari. Baru setelah terlatih, perlahan-lahan
meningkatkan jumlah konsumsinya. Menurut Iwan, bagi yang merasa sulit
menelannya, bisa mencampurnya dengan jus buah.
Rasa urin memang
bisa berubah-ubah sesuai dengan apa yang kita makan setiap hari. Bila
ingin air seni terasa tawar, disarankan untuk memperbanyak makan sayur
dan buah. “Bila mengkonsumsi daging, urin akan terasa lebih asin, asam,
bahkan pahit.” Iwan mengakui, selain efek menyembuhkan, terkadang terapi
auto urin memberi efek lain, yakni recovery reaction atau
detoxification period. Yakni, reaksi dari dalam tubuh bila akan sembuh.
Gejalanya bermacam-macam. Misalnya, diare, batuk, pusing-pusing,
berjerawat, dll.
Bila terjadi hal demikian, Iwan menyarankan
untuk berhenti selama seminggu. Kemudian mulai meminumnya lagi dengan
dosis meningkat dari yang paling kecil. Apapun rasanya, urin adalah
penyembuh cuma-cuma. Cocok digunakan pada situasi sulit seperti sekarang
ini untuk macam-macam penyakit. Bahkan John W. Armstrong menyebutnya
sebagai air kehidupan — seperti tertera dalam Amsal 5:15, “Minumlah air
dari kulahmu sendiri. Minumlah air dari sumurmu yang membual.”
Diminum Sampai Dilulur
Anda
berminat mengkonsumsi urin sendiri? Silakan menadahinya dalam mangkuk
atau gelas tertentu. Yang penting, buanglah tetesan-tetesan awal dan
akhir. Ambil antaranya saja. Cara memakainya bisa dengan langsung
diminum, dikumur, diteteskan (untuk mata, hidung dan telinga), direndam,
dikompres atau dilulur, dan juga disuntikkan. Bentuknya bisa berupa air
seni segar atau berupa ekstrak (melalui proses). Sedangkan dosis yang
dianjurkan berbeda-beda.
Untuk menjaga kesehatan dan kebugaran,
minimal sehari satu kali meminum satu gelas (250 cc) urin pertama pagi
hari sebelum makan pagi. Untuk pengibatan penyakit, minimal sehari
meminum 3 gelas urin sebelum makan. Sedangkan untuk pengobatan kanker
dan penyakit-penyakit kronis lainnya, minimal sehari meminum lima gelas
urin – juga sebelum makan. Bagi yang menderita penyakit tertentu, sambil
meminum urin, juga tetap meminum obat-obat dari dokter. Jika gejala
penyakit sudah stabil, dosis obat tersebut boleh dikurangi sepertiga.
Setiap
dua atau tiga minggu disarankan tetap cek ke dokter atau ke lab. Jika
gejala penyakit stabil, obat bisa dikurangi hingga sepertiga dosis. Pada
minggu ke-7 atau ke-9, penderita penyakit bisa bebas – tidak perlu
meminum obat dokter. Hanya meminum urin saja.
SEJARAH
Terapi
auto urin sudah dilakukan di India sejak 5.000 th yang lalu. Masyarakat
di Eropa juga sudah mengenalnya sejak 4.000 th yang lalu. Namun di Cina
baru diketahui sejak 1700 th yang lalu. Sedangkan di Jepang baru 700 th
yang lalu dan hingga kini masih dijalankan oleh sebagian masyarakat. Di
India kuno orang lazim merawat kesehatan dengan minum satu gelas air
seni setiap hari. Kebiasaan ini masih dilakukan oleh sebagian besar
masyarakat, bahkan adapula orang penting yang pernah melakukannya demi
kesehatan pribadinya. Sebagai contoh, pemimpin india, mantan perdana
menteri Morarjibhai Desai, merupakan pelopor terapi urin dengan minum 1
gelas air seni setiap pagi. Morarjibhai melakukan hal ini demi menjaga
kesehatan badannya. Ia minum mulai umur 65 tahun, selama 36 tahun sampai
dia umur 100 tahun. Ia menuliskan pengalaman pribadinya di majalah Time
pada tahun 1979.
Dalam literatur Cina kuno Shang Han Lung (
treatise on febrile disease ) yang ditulis oleh Chang Yi pada Dinasti
han ( 1700 th lalu ) terdapat catatan terapi urin, yang konon berkhasiat
untuk melancarkan peredaran darah, penenang, dan menghilangkan panas
dalam, penyakit mata serta luka pukul.
Terapi urin dipercaya
dapat menyembuhkan berbagai jenis penyakit, seperti kanker, maag, radang
usus, bronkhitis, asma, penyakit jantung, aritmia, tekanan darah
tinggi/ rendah, saluran kemih, kelenjar prostat membesar, rematik,
radang sendi, psoriasis, SLE, mandul, osteoporosis, insomnia, epilepsi,
sakit kepala, sakit pinggang, hepatitis, sirosis, dan juga bisa membuat
kulit menjadi halus, flek-flek kulit hilang, rambut uban menjadi hitam
kembali, melancarkan peredaran darah, melancarkan kencing dan
menghilangkan sembelit.
Dosis terapi urin tidak terbatas, artinya
makin banyak urin yang diminum makin cepat sembuhnya. Tidak bisa
keracunan dan overdosis. Tidak ada efek samping , tetapi reaksi yang
ditimbulkanya adalah disebut reaksi Koten ( Bhs Jepang ) atau Meigen (
bhs Cina ) yang artinya jika terjadi gejala-gejala seperti gatal,
mencret, ngilu, batuk-batuk, kembung, sembelit, gigi dan gusi ngilu dan
nyeri, kepala pening dsb, ini berarti bahwa penyakitnya akan sembuh.
Jika
terjadi reaksi Koten atau meigen, jangan takut atau panik, boleh
berhenti dulu 2-3 hari, setelah hilang gejalanya, hari ke 4 mulai minum
lagi urin. Kalau mau minum terus juga tidak apa-apa. Juga boleh minum
obat dokter untuk menghilangkan gejalanya sambil tetap minum air seni.
Nutrisi yang terdapat dalam Urin, di antaranya:
Alanine, total ….. 38 mg/day
Arginine, total ….. 32 mg/day
Ascorbic acid ….. 30 mg/day
Allantoin ….. 12 mg/day
Amino acids, total ….. 2.1 g/day
Bicarbonate ….. 140 mg/day
Biotin ….. 35 mg/day
Calcium ….. 23 mg/day
Creatinine ….. 1.4 mg/day
Cystine ….. 120 mg/day
Dopamine ….. 0.40 mg/day
Epinephrine ….. 0.01 mg/day
Folic acid ….. 4 mg/day
Glucose ….. 100 mg/day
Glutamic acid ….. 308 mg/day
Glycine ….. 455 mg/day
Inositol ….. 14 mg/day
Iodine ….. 0.25 mg/day
Iron ….. 0.5 mg/day
Lysine, total ….. 56 mg/day
Magnesium ….. 100 mg/day
Manganese ….. 0.5 mg/day
Methionine, total ….. 10 mg/day
Nitrogen, total ….. 15 g/day
Ornithine ….. 10 mg/day
Pantothenic acid ….. 3 mg/day
Phenylalanine ….. 21 mg/day
Phosphorus, organic ….. 9 mg/day
Potassium ….. 2.5 mg/day
Proteins, total ….. 5 mg/day
Riboflavin ….. 0.9 mg/day
Tryptophan, total ….. 28 mg/day
Tyrosine, total ….. 50 mg/day
Urea ….. 24.5 mg/day
Vitamin B6 ….. 100 mg/day
Vitamin B12 ….. 0.03 mg/day
Zinc ….. 1.4 mg/day
DOSIS URIN YANG DIANJURKAN
1. Untuk menjaga kesehatan dan kebugaran, Minimal 1 gelas ( 100 – 200 cc ) setiap pagi habis bangun tidur.
2.
Untuk pengobatan penyakit, Minimal 3 gelas setiap hari, pagi setelah
bangun tidur, 1 jam setelah jam 12.00 makan siang dan 1 jam setelah
makan malam.
3. Untuk pengobatan kanker, Minimal 5 gelas setiap
hari. Pertama pagi setelah bangun tidur. Kedua jam 10 pagi. Ketiga 1 jam
setelah makan siang. Ke 4 jam 4 sore. Ke lima 1 jam setelah makan
malam.
4. Puasa urin, Terapi ini memang drastis, tetapi hasilnya
memang hebat. Caranya hanya minum air putih dan urin saja dan tidak
makan apa-apa sepanjang hari, untuk beberapa hari, beberapa minggu dan
maksimal 50 hari. Cara ini harus dibawah pengawasan ahli urinoterapis.
Dosis 1000 cc @ setiap kali minum 100 cc, mulai minum 1 jam setelah
makan malam 100 cc. lalu antara jam 20-22 mungkin bisa minum 2 kali.
Antara jam 22.00- 06.00 pagi, waktu tidur, jika bangun minum 100 cc,
jika 2 – 3 kali bangun minum 2- 3 kali sampai yang jam 5-6 pagi. Beri
jarak 1 jam , jam 07.00 pagi makan pagi plus semua obat dokter diminum
,1 jam kemudian minum lagi @ 100 cc setiap kencing sampai jam 12.00
siang. Sisa kencing yang tidak diminum jangan dibuang akan tetapi
dikumpulkan dalam waskom. Setelah jam 12.00 siang sampai 17.00, urin
tidak diminum lagi tetapi dikumpulkan dalam waskom yang sama. Jam 17.00
sebelum mandi, urin dalam waskom dipanaskan sampai hangat kuku atau
kira-kira 40 derajat celcius. Kencing hangat ini dipakai untuk luluran
dan pijat. Ambil handuk kecil atau waslap, celupkan dalam urin hangat,
peres, lalu digosok gosokan dan dilulurkan mulai dari kepala,
muka,leher, tangan, dada, badan terus sampai kaki. Ulangi pijatan dan
luluran ini selama 1 jam. Begitu selesai, lalu langsung mandi. Tidak
usah pakai sabun dan shampoo. Tidak ada baunya.
APA OBAT DOKTER BOLEH DIMINUM ?
Ya,
boleh dimakan. Obat dari dokter tetap boleh dimakan dulu bersamaan
dengan urin. Hanya beri jarak 1 jam, sebelum dan setelah minum urin.
Sebaiknya obat dokter dimakan bersamaan dengan waktu makan pagi , siang
dan malam.
KAPAN OBAT DOKTER BOLEH DIBERHENTIKAN ?
Setelah
minum urin 1 bulan, lalu check up ke dokter, jika gejala penyakit
stabil, bulan berikutnya , obat dokter boleh dikurangi secara bertahap (
konsultasikan kembali dengan dokter anda ). Air seni tetap diminum
untuk beberapa bulan sampai betul-betul gejala penyakit tetap stabil.
Nah
kalau sudah stabil sekarang boleh dicoba untuk mengurangi dosis urin.
Secara bertahap untuk mengurangi maintenance dose ( dosis pemeliharaan
sehari-hari ). Jika mula-mula 9 – 10 kali maka, setiap 2- 4 minggu dosis
dapat dikurangi 1 kali, jadi dari 10 kali menjadi 9 kali, jika dua
minggu lagi masih stabil menjadi 8 kali dst. Umpamanya nanti setelah
mencapai hanya 3 kali minum urin @ 100 cc, maka penyakitnya kumat,
maintenance dose anda adalah 4 kali minum, Dan maintenance dose ini
terus diminum untuk seumur hidup anda. Tetapi sudah tidak perlu makan
obat lagi.
URIN UNTUK AWET MUDA
Menurut Prof. E.N.
Kosasih,M.D dari Medan sebagaimana yang dimuat harian KOMPAS di rubrik
Kesehatan pada Selasa, 05 April 2005, antioksidan tak harus diperoleh
dari buah dan sayur, urine pun merupakan sumber antioksidan dan gratis.
“Cobalah autourine therapy, kalau ingin tetap sehat dan awet muda. Dari
urine kita dapat meredam tingkah liar radikal bebas, si biang penyebab
penyakit kanker dan lainnya..” ujar Kosasih.
Misteri faedah serta
keberhasilan pengobatan alternatif dengan meminum air seni sendiri
(autourine therapy, AUT), seperti yang telah dilakukan sejak
berabad-abad silam di India dan Cina, kini mulai terkuak. Air seni atau
urine ternyata mengandung antioksidan yang tinggi. Tentu saja keberadaan
antioksidan dalam urine itu membuat pelaku terapi ini semakin
bersemangat meneruskan terapinya. Betapa tidak, antioksidan itu
merupakan senjata ampuh melumpuhkan radikal bebas yang berkeliaran di
sekitar dan di dalam tubuh kita.
Dengan pengetahuan tentang
tingginya kadar antioksidan dalam urine, AUT bisa menjadi alternatif
bagi mereka yang kurang mendapatkan cukup asupan antioksidan dari
makanan dan minuman. Sebagai pelayan di bidang kesehatan, saya sudah
sering menjumpai pelbagai penderita yang sembuh dengan pengobatan
alternatif ini, antara lain penderita asma dan kencing manis.
Antioksidan
adalah senyawa yang memiliki kemampuan mengatasi atau menetralisasi
radikal bebas. Kemampuan itu membuat tubuh terbentengi dari segala
gangguan kesehatan, baik yang berasal dari dalam maupun luar tubuh.
Pelbagai penyakit, termasuk kanker pun bisa dilibas. Untuk yang sehat,
jalan menuju kondisi bugar semakin lapang. Yang tak kalah
menggembirakan, antioksidan bisa menghambat proses penuaan.
Sekadar
mengingatkan, yang termasuk dalam antioksidan adalah beta karoten,
vitamin C, dan vitamin F. Nah, dalam urine ternyata zat-zat gizi itu
juga ditemukan. Martha Christy dalam artikel Your Own Perfect Medicine
(allnatural.com) mengungkapkan bahwa Dr. A.H. Free, salah seorang
pendiri Miles Laboratories, berhasil menemukan ratusan senyawa dalam
urine.
Senyawa-senyawa itu dalam bentuk asam amino (misalnya,
lisin dan metionin), karbohidrat rantai pendek (glukosa), vitamin
(termasuk vitamin sumber antioksidan seperti asam askorbat – vitamin C)
dan mineral (macam zat besi, magnesium, potasium, atau seng).
Yang
mengejutkan, urine kita ternyata juga mengandung antioksidan tertinggi
di antara beberapa jenis cairan tubuh manusia. Fakta itu tertuang dalam
tulisan Ziobro A dan Bartosz G dari University of 1.odz, Banacha,
Polandia, berjudul A Comparison of the Total Antioxidants Capacity of
Some Human Body Fluids. Dalam tulisan itu dipaparkan hasil penelitian
yang membandingkan kadar total antioksidan (TAC) pada pelbagai cairan
tubuh manusia dan beragam usia.
Yang menarik dari tabel itu,
antioksidan dalam ludah perokok ternyata jauh lebih rendah dari bukan
perokok. Ini tentu bukan berita menyenangkan, apalagi merokok dapat
meningkatkan radikal bebas. Hasil penelitian lain menggambarkan adanya
penurunan kadar total antioksidan sejalan dengan berlanjutnya usia.
Hasil penelitian kadar total antioksidan dalam darah (serum) yang
berasal dari tiga golongan usia yang masing-masing berjumlah 31 orang
sebagai sampel adalah sebagai berikut:
Usia 18 – 24 tahun: 0,84 + 0,34 mM
Usia 25 – 39 tahun: 0,59 + 0,18 mM
Usia 40 – 60 tahun: 0,49 + 0,20 mM
Untuk
memperoleh tambahan antioksidan, kita bisa melakukannya dengan
mengonsumsi sayur antara lain bayam, brokoli, dan wortel, serta pelbagai
buah seperti apel, pisang, jambu. Wajar kalau kemudian mereka yang
kurang makan buah dan sayur ternyata rendah kadar antioksidannya.
Antioksidan juga bisa diperoleh dari ginseng dan gingko biloba. Atau,
bisa pula dari suplemen vitamin A, C, E, dan beta karoten. Selain itu,
rempah-rempah macam bawang, angkak (Monaseus purpureus/fungus fermented
in red rice), dan keluwak (biasa untuk memasak rawon) juga merupakan
penyumbang antioksidan yang baik. Namun, di antara semua makhluk hidup
kadar antioksidan dalam serum manusia tercatat paling tinggi.
Merampas secara berantai
Antioksidan
punya musuh bebuyutan yang mesti ditumpas. Namanya, radikal bebas. Ia
adalah atom-atom atau sekelompok atom yang mengandung elektron tak
berpasanganan (sehingga tidak stabil). Karena elektron mempunyai
kecenderungan kuat untuk berpasangan, maka radikal bebas bertendensi
kuat untuk merampas elektron dan atom lain secara membabi buta.
Karena
keliarannya itulah ia disebut sebagai radikal bebas (free radical).
Atom lain yang salah satu elektronnya dicuri pun menjadi radikal bebas,
yang kemudian disebut sebagai radikal bebas sekunder. Proses ini akan
berlangsung secara berantai, karena radikal bebas sekunder ini akan
merampas pula elektron dari atom lain, sehingga akhirnya proses berantai
ini akan mengakibatkan kerusakan biologis.
Radikal bebas merusak
molekul makro pembentuk sel, yaitu protein, karbohidrat, lemak, dan
deoxyribo nucleic acid (DNA). Akibatnya, sel menjadi rusak, mati, atau
bermutasi. Peristiwa ini menjadi salah satu penyebab munculnya berbagai
penyakit dan proses penuaan sel. Penyakit yang bisa muncul akibat ulah
si radikal bebas itu termasuk penyakit degeneratif pada usia lanjut,
seperti kanker, aterosklerosis, hipertensi, diabetes, rheumatoid
arthritis, beragam gangguan inflamasi kronis, gangguan Parkinson,
demensia, dan penyakit Alzheimer.
Sumber radikal bebas bisa berasal
dari dalam tubuh kita sendiri (endogen), bisa pula dari luar tubuh
(eksogen). Radikal bebas endogen terbentuk sebagai sisa proses
metabolisme (proses pembakaran) protein, karbohidrat, dan lemak yang
kita konsumsi. Sedangkan radikal bebas eksogen berasal dari polusi
udara, asap kendaraan bermotor, asap rokok, pelbagai bahan kimia,
makanan yang terlalu hangus (carbonated), dan lain sebagainya.
Nah,
untuk menumpasnya, serahkan saja pada antioksidan. Peran positif dari
antioksidan adalah memperkuat sistem pertahanan tubuh dalam menghadapi
pembangkit penyakit yang memasuki dan menyerang tubuh.
Lalu, bagaimana mendapatkan antioksidan dari urine?
Apabila
tidak ada penyakit berat, untuk tujuan mempertahankan kesehatan, awet
muda, dan memperpanjang usia, minum saja urine dengan takaran 100 – 200
ml tiap hari. Air seni yang segar, baru dikemihkan, diambil dari bagian
tengah dari aliran kencing. Caranya, pada awal kencing air seni dibuang,
setelah itu air seni ditampung. Cara penampungan seperti ini
menghindari kontaminasi dari alat kelamin bagian luar, walaupun
sebenarnya air seni itu sendiri steril.
Untuk penderita penyakit
berat seperti penyakit jantung, darah tinggi, kencing manis, dan
lain-lain, frekuensi takarannya bila perlu dapat ditingkatkan menjadi
beberapa kali dalam sehari. Khusus menghadapi kanker, penderita
dianjurkan meminum paling sedikit lima kali 200 ml per hari.
AUT
merupakan terapi murah tetapi bukan merupakan obat ajaib, bekerjanya
perlahan, kadang-kadang memerlukan waktu berbulan-bulan lamanya. Jarang
sekali dapat terjadi efek sampingan, misalnya diare atau timbul jerawat
saat menjalani pengobatan.
Kalaupun ada efek sampingannya,
sebaiknya AUT dihentikan sementara waktu. Setelah normal kembali, tahap
demi tahap AUT bisa dimulai lagi dari satu sendok makan, dan besoknya
terus ditingkatkan sampai dosis semula, satu atau dua gelas sehari.
PENGALAMAN MINUM URINE
Harian
Kompas pada Selasa, 21 Desember 2004 menurunkan kisah seorang penderita
berbagai macam gangguan kesehatan, yakni hipertensi, diabetes melitus,
asam urat, dan viste. Konon, sekitar akhir tahun 1999, Gunawan Santoso
(57 tahun) tekanan darahnya 170/110, sedangkan kadar gula darah sudah
mencapai 300-an.
Gangguan lain yang menonjol adalah asam urat.
Bila sedang kambuh, sendi-sendi di sekitar jempol kakinya terasa sakit.
Gangguan lainnya adalah timbulnya viste di gusi gigi depan dan geraham.
Viste itu bila dipencet akan mengeluarkan nanah.
Suatu ketika, di
sebuah pesta ulangtahun lansia pada bulan Februari 2000, Gunawan
bertemu temannya, Djoko Sukaryo. Djoko yang mengetahui penyakit Gunawan
menganjurkannya untuk menjalani terapi air seni. Anjuran ini dilontarkan
karena pengalaman istrinya sembuh dan diabetes melitus lewat terapi air
seni. Namun, Gunawan yang punya latar belakang pendidikan kedokteran
tidak seratus persen percaya. Ia lalu mencoba membeli buku tentang
terapi urin karangan J.W. Amstrong dan Coen Van der Kroon. Secara
kebetulan, ia juga sempat menyaksikan acara Dr. Iwan Budiarso di
televisi tentang terapi air seni.
Setelah mendapat informasi
lengkap, Gunawan mencoba mempraktikkannya di rumah. Awalnya, ia takut
ketahuan istri saat minum air seni, takut disangka tak waras. Secara
sembunyi-sembunyi, saat mandi, ia coba menadahi air seninya di gayung.
Hal itu ia lakukan hingga 10 hari. Ajaib, setelah itu kadar gula
darahnya 78. Tekanan darah pun sudah pada angka 130/90.
Selain
penurunan kadar hipertensi dan diabetes melitus, viste-viste di mulut
pun hilang. Begitu pula dengan asam urat. Kini, setelah tahu manfaat
lebih dan terapi urin, Gunawan tak takut-takut lagi untuk minum air seni
sendiri. Setiap pagi ia selalu menyediakan 250 cc air seni sebagai
pembuka aktivitas. Ia menghindari konsumsi protein yang berasal dan
hewani, sekadar menjaga kualitas urin yang akan diminumnya.
PENGALAMAN VICKY BURKI
Vicky
Burki, presenter dalam urusan olah tubuh tidak diragukan lagi. Pengajar
dan instruktur senam ini memang tidak rela bila perutnya berlemak atau
tubuhnya mudah lelah setelah beraktivitas. Untuk itu perempuan kelahiran
17 Juni 1965 ini memiliki berbagai cara untuk meningkatkan kebugaran
tubuhnya. ”Tiada hari tanpa berolahraga. Pokoknya gerak mengeluarkan
keringat. Dan, sebetulnya resep saya ini juga berlaku bagi siapa saja
bahkan yang tidak pernah berolahraga sekalipun,” katanya.
Menurut
Vicky, sebetulnya untuk menciptakan tubuh bugar, sehat, dan ideal
bersumber dari niat orang itu. Apa pun olahraganya entah itu senam,
renang, naik sepeda, atau jogging semua bersumber dari niatnya sendiri.
Vicky menuturkan dirinya mulai terjun ke dunia senam sejak usia 4 tahun.
Saat itu ia menekuni balet. Bila dihitung-hitung ia telah 34 tahun
menekuni profesi menari. ”Kemudian saya kembangkan sendiri. Semua yang
saya lakukan ini benar-benar autodidak. Saya belajar dari buku dan
praktikkan sendiri,” ujar Vicky yang kini terjun ke dunia sinetron.
Pemeran
dalam sinetron Bidadari, Kehormatan, dan Cinta Terlarang ini kemudian
mengembangkan bakatnya menjadi penari dan instruktur senam terkenal
hingga sekarang. “Saya kira semua orang bisa melakukannya. Tinggal
niatnya saja seperti apa. Selain itu setiap orang memiliki kemampuan
tidak sama dalam berolahraga. Apalagi untuk orang sakit, olahraganya
berbeda. Untuk pemula, olahraga cukup 20 menit, kemudian terus meningkat
sesuai kemampuan. Sampai akhirnya orang itu mampu berolahraga selama
satu jam setiap hari,” jelas Vicky. Semua itu, lanjutnya, melalui
proses. Dan, sebaiknya konsultasikan dulu ke dokter olahraga apa yang
cocok dan berapa lama orang mengidap penyakit tertentu berolahraga.
Vicky
memang sedikit eksentrik. Belajar senam dan menari secara autodidak.
Dan, kini dalam menjaga kesehatan tubuhnya pun ia menggunakan terapi
minum air seni (urine). Sudah bertahun-tahun ia membiasakan meminum
urinenya sendiri agar tubuhnya selalu fit. “Saya baca di buku dan
mencobanya. Ternyata air seni memiliki banyak khasiat. Ada 14 macam
penyakit yang bisa diobati dengan terapi air seni, termasuk diabetes dan
jantung.”
Vicky pun rutin meminum air seninya setiap pagi untuk
menjaga kesehatan tubuhnya. Ide awal minum air seni itu saat Vicky
sedang mendapat pekerjaan cukup banyak. Mojang Priangan ini khawatir
pekerjaan menumpuk yang banyak menyita energi dan waktu itu membuat
tubuhnya gampang sakit. “Kondisi tubuh bisa tidak fit ketika pekerjaan
banyak dan kurang istirahat. Setelah membaca buku terapi air seni, saya
coba saja dan khasiatnya memang nyata.”
Terapi air seni itu,
kemudian ia tawarkan pula ke teman-temannya, namun banyak yang menolak
dengan alasan jijik. “Kebanyakan orang merasa jijik begitu melihat warna
dan mencium baunya. Padahal itu baik untuk kesehatan tubuh,” kata Vicky
yang tidak berkecil hati ketika teman-temannya menolak terapi air seni
itu. Vicky mengaku setiap pagi ia minum air seninya yang pertama kali.
Ia tidak merasa jijik, padahal warnanya lebih pekat dan baunya juga
menyengat. Namun, manfaat yang dirasakannya kini ia merasa tubuhnya fit,
meskipun pekerjaan cukup banyak.
Sementara untuk menjaga
perutnya selalu langsing atau bagian-bagian yang rawan timbunan lemak,
ia tangkal dengan olahraga. Selain terapi air kencing, Vicky juga
memilih menjadi vegetarian. “Makan sayur dan buah-buahan membuat tubuh
sehat. Buah dan sayur mengandung banyak vitamin, mineral, dan unsur gizi
lainnya. Dan, ternyata enak menjalani hidup sebagai vegetarian,” kata
Vicky yang senang melakukan hal-hal baru.
&&&
Home »Unlabelled » PENGOBATAN ALTERNATIF: MINUM URINE
{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }
Posting Komentar